MOBILITAS EKONOMI DAN TRANSISI EPIDEMIOLOGIS DI INDONESIA: BUKTI DARI SURVEI LONGITUDINAL SKALA BESAR
yuyun guna Winarti — Universitas Indonesia
Abstract
Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia, sedang mengalami transisi epidemiologis yang cepat yang ditandai dengan meningkatnya dominasi penyakit tidak menular (PTM) sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan telah mendorong mobilitas ekonomi ke atas yang berpotensi mengubah perilaku kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kausal mobilitas ekonomi terhadap risiko PTM utama, yaitu diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung pada penduduk dewasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan data longitudinal Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2007–2014 yang representatif secara nasional. Mobilitas ekonomi didefinisikan sebagai perpindahan individu antarstrata ekonomi berdasarkan tingkat pengeluaran, sedangkan outcome kesehatan diukur berdasarkan status diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung yang dilaporkan sendiri dan telah didiagnosis oleh tenaga kesehatan. Untuk mengatasi potensi endogenitas, penelitian ini menggunakan variabel instrumental bergaya Bartik yang memanfaatkan variasi regional dalam pertumbuhan sektoral yang dibobot berdasarkan struktur ekonomi lokal awal. Analisis mediasi dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme perilaku yang mendasari hubungan tersebut. Selama periode pengamatan, prevalensi diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung meningkat masing-masing sebesar 200,0%, 54,6%, dan 86,1%. Hasil estimasi variabel instrumental menunjukkan bahwa mobilitas ekonomi berkaitan dengan peningkatan sekitar 0,50; 1,22; dan 0,34 unit pada skala probabilitas untuk diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung pada kelompok compliers, yang menunjukkan dampak yang substansial. Analisis mediasi menunjukkan bahwa penurunan aktivitas fisik merupakan salah satu mekanisme utama yang menjelaskan hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemajuan ekonomi dapat disertai konsekuensi kesehatan yang tidak diharapkan dan menegaskan pentingnya integrasi promosi kesehatan serta pencegahan penyakit dalam strategi pembangunan.