Study on National Health Insurance (JKN) Enrollment: Use of The Mobile JKN Apps and Pandawa at Community Health Centers in the Special Capital Region of Jakarta
Alfiah Hasanah — Universitas Padjadjaran
Abstract
Transformasi digital dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan melalui pengurangan biaya transaksi administrasi yang ditanggung peserta. BPJS Kesehatan mengembangkan berbagai layanan digital, di antaranya aplikasi Mobile JKN dan kanal WhatsApp Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA). Namun, pemanfaatan kedua layanan tersebut belum merata pada seluruh kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penggunaan Mobile JKN dan PANDAWA serta mengidentifikasi pengaruh karakteristik sosio-ekonomi dan demografi terhadap penggunaan kedua layanan digital tersebut pada peserta JKN di Puskesmas Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari 118 responden peserta JKN yang berkunjung ke puskesmas di Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Variabel dependen terdiri atas penggunaan Mobile JKN dan PANDAWA, sedangkan variabel independen meliputi status pekerjaan, tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, dan segmen kepesertaan JKN. Analisis dilakukan menggunakan model regresi logit dan probit untuk menguji pengaruh masing-masing variabel terhadap probabilitas penggunaan layanan digital JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan Mobile JKN mencapai 87%, sedangkan penggunaan PANDAWA sebesar 54%. Pada model Mobile JKN, variabel pekerjaan, usia, gender, dan segmen kepesertaan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aplikasi. Pekerjaan dan usia berpengaruh positif, sedangkan gender dan segmen kepesertaan berpengaruh negatif. Sementara itu, pendidikan dan wilayah tempat tinggal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pada model PANDAWA, pekerjaan, pendidikan, wilayah tempat tinggal, dan segmen kepesertaan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan usia berpengaruh negatif dan signifikan. Variabel gender tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan PANDAWA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa determinan penggunaan Mobile JKN dan PANDAWA memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan perlu merancang strategi sosialisasi dan peningkatan literasi digital yang lebih terarah, khususnya bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), masyarakat berpendidikan rendah, serta kelompok yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi digital.