← Back to Archive

DARI INSTALASI GAWAT DARURAT KE BANGSAL RAWAT INAP: ANALISIS POLA TEMPORAL DAN FAKTOR PENENTU WAKTU TUNGGU

Rita Novita — RSUD dr. Rubini Mempawah

waktu tunggu Instalasi Gawat Darurat rawat inap shift malam rumah sakit

Abstract

Latar belakang: Waktu tunggu dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke rawat inap merupakan indikator penting mutu layanan, keselamatan pasien, dan pengalaman pasien. RSUD dr. Rubini Mempawah menghadapi keluhan terkait waktu tunggu sehingga diperlukan analisis berbasis data untuk mengidentifikasi titik prioritas perbaikan. Tujuan: Menilai distribusi waktu tunggu IGD-ke-rawat inap dan faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu >6 jam pada pasien RSUD dr. Rubini Mempawah tahun 2024-2025. Metodologi: Studi observasional retrospektif menggunakan data rutin pasien IGD yang masuk rawat inap tahun 2024 dan 2025. Kriteria eksklusi adalah ketika observasi dengan waktu tidak lengkap atau waktu tunggu >48 jam dikeluarkan. Analisis mencakup statistik deskriptif karakteristik kunjungan, tren 24 jam, hari, dan bulan, serta regresi logistik univariat dan multivariat. Hasil: Dari 25,164 observasi, 9,551 pasien (38.0%) mengalami waktu tunggu >6 jam. Shift malam merupakan faktor paling menonjol dibanding shift sore (aOR 2.49 (2.30-2.70); p<0.001). Akhir pekan memiliki proporsi waktu tunggu lama sedikit lebih tinggi dibanding hari kerja (2,172 (40.0%) vs 7,379 (37.4%)),sedangkan bulan sekitar Lebaran tidak menunjukkan peningkatan konsisten. Kesimpulan: Waktu tunggu lama terutama berkaitan dengan pola operasional, khususnya shift malam, sehingga perbaikan perlu berfokus pada koordinasi IGD-rawat inap, kesiapan tempat tidur, dan eskalasi lintas unit.