← Back to Archive

Evaluasi Ekonomi Kombinasi Ribociclib dan Letrozol vs Letrozole Monoterapi pada Pasien Kanker Payudara Metastatis HR+, HER2- di Indonesia: Pendekatan Partitioned-Survival Model

Lambang Wahyu Nugroho — Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan, FK-KMK, UGM

cost-effective ribociclib letrozole HR+/HER2- kanker payudara metastatis.

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi cost-effectiveness kombinasi ribociclib dan letrozole dibandingkan monoterapi letrozole pada pasien kanker payudara metastatik HR+/HER2- post menopause dari perspektif socieatal di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan partitioned survival model dengan tiga kondisi kesehatan, yaitu progression-free, progressive disease, dan death, dalam horizon waktu seumur hidup dengan panjang siklus satu bulan. Data efektivitas klinis diperoleh dari studi MONALEESA-2, sedangkan biaya medis langsung berasal dari normative costing dan data e-claim dari salah satu rumah sakit tipe A di Indonesia. Biaya langsung nonmedis, biaya tidak langsung, dan utilitas diperoleh melalui wawancara pasien menggunakan instrumen EQ-5D-5L. Hasil analisis dasar menunjukkan kombinasi ribociclib dan letrozole memberikan tambahan biaya sebesar Rp276,9 juta dan tambahan 1,26 QALY dibandingkan monoterapi letrozole, menghasilkan ICER sebesar Rp219,3 juta per QALY. Analisis sensitivitas probabilistik menunjukkan ICER sebesar Rp223,4 juta per QALY dengan probabilitas cost-effective sebesar 52% pada ambang willingness-to-pay Rp225 juta per QALY. Faktor utama yang memengaruhi ICER meliputi biaya obat, nilai utilitas, dan faktor diskonto pada outcome klinis. Berdasarkan ambang batas tiga kali PDB per kapita, kombinasi ribociclib dan letrozole dinilai cost-effective sebagai terapi lini pertama pada pasien kanker payudara metastatik HR+/HER2- di Indonesia.