Ketimpangan Efisiensi Teknis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas C di Provinsi Jawa Tengah
Wenny Ana Adnanti — Universitas Sebelas Maret
Abstract
Inefisiensi rumah sakit menjadi masalah penting dalam sistem kesehatan, terutama di tengah keterbatasan sumber daya, meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, dan tuntutan peningkatan kualitas layanan publik. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas C mempunyai peran strategis dalam menyediakan layanan rujukan tingkat lanjut di kabupaten/kota. Namun, perbedaan kapasitas sumber daya dan kinerja pelayanan antar rumah sakit berpotensi menimbulkan inefisiensi. Pengukuran efisiensi diperlukan untuk mengidentifikasi ketimpangan kinerja layanan kesehatan dan memberikan rekomendasi optimalisasi sumber daya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi teknis RSUD Kelas C kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2023. Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) berorientasi output mengasumsikan bahwa 31 RSUD Kelas C merupakan unit pengambilan keputusan (Decision Making Units/DMUs). Variabel input meliputi jumlah dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan jumlah tempat tidur, sedangkan variabel output terdiri dari jumlah kunjungan rawat jalan dan jumlah hari rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar RSUD Kelas C di Provinsi Jawa Tengah tidak efisien. Dari total 31 RSUD Kelas C, terdapat 21 rumah sakit atau 67,74% memiliki nilai skor efisiensi kurang dari 1. Hanya 10 rumah sakit atau 32,26% yang memiliki nilai skor efisien sebesar 1. Nilai rata-rata efisiensi sebesar 0,61 dengan rentang 0,08-1 menunjukkan adanya ketimpangan tingkat efisiensi antar rumah sakit. Temuan ini mengidikasikan bahwa sebagian besar RSUD kelas C belum mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. Sehingga diperlukan optimalisasi penggunaan input dan peningkatan volume layanan untuk mendukung kinerja rumah sakit dan penguatan sistem kesehatan daerah.