← Back to Archive

Menuju Universal Health Coverage: Peranan Asuransi terhadap Pengeluaran Kesehatan: Studi Kelompok Ibu Hamil di Indonesia

INTAN DEWI KURNIAWATI — Universitas Sebelas Maret

Jaminan Kesehatan Nasional Out-of-Pocket Layanan Maternal Universal Health Coverage

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi kedua di Asia Tenggara yang mencapai 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian ini berkaitan dengan akses layanan kesehatan maternal. Hambatan finansial berupa pengeluaran out-of-pocket (OOP) menjadi pendorong utama munculnya keterlambatan (Three Models of Delay) bagi ibu hamil dalam mencari perawatan dan mencapai fasilitas kesehatan, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kematian. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meningkatkan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas dan memberikan perlindungan risiko finansial bagi masyarakat. Beberapa studi menemukan bahwa program JKN dapat meningkatkan OOP hingga sebesar 26% karena adanya peningkatan utilisasi layanan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengunjungi fasilitas Kesehatan. Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan bahwa JKN mampu menurunkan beban OOP pada kelompok miskin dengan skema PBI sebesar 28,82%. Namun, perlindungan finansial ini masih terhambat oleh kondisi geografis Indonesia yang sulit, di mana keterbatasan infrastruktur membuat ibu hamil menanggung biaya non-medis yang tinggi, seperti transportasi dan akomodasi, yang sering kali tidak ditanggung oleh asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kepesertaan JKN terhadap penurunan pengeluaran OOP layanan maternal. Metode analisis menggunakan Propensity Score Matching (PSM) untuk mengurangi bias seleksi pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Variabel dependen meliputi OOP maternal (ANC4+, persalinan di fasilitas kesehatan, dan PNC), serta biaya non-medis. Variabel independen terdiri atas kepesertaan JKN, usia ibu, status pernikahan, tingkat pendidikan, urutan kelahiran, pendidikan, pekerjaan, domisili (kota/desa), dan kepemilikan aset (rumah, motor, mobil, tabungan). Hipotesis penelitian kepesertaan asuransi JKN menurunkan pengeluaran OOP. Namun, biaya non-medis tetap tinggi pada wilayah dengan akses terbatas.