SARANA KESEHATAN SEBAGAI KAPASITAS ADAPTIF DALAM KERENTANAN KEMISKINAN DESA DI WILAYAH KEPULAUAN: ANALISIS SPASIAL DI WAKATOBI DAN KONAWE KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA
Asrianti Dja'wa — Universitas Sebelas Maret
Abstract
Kerentanan kemiskinan pada desa-desa kepulauan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga oleh keterbatasan layanan dasar yang menentukan kemampuan wilayah untuk merespons dan pulih dari berbagai guncangan. Layanan dasar berupa sarana kesehatan sangat esensial karena akses pada layanan tersebut menentukan kapasitas adaptif masyarakat di desa untuk menyesuaikan diri, merespons, dan pulih dari tekanan sosial, ekonomi, lingkungan, maupun kesehatan. Akan tetapi, akses layanan kesehatan pada wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Konawe Kepulauan, sangat terbatas sehingga dapat meningkatkan kerentanan masyarakat. Keterbatasan tersebut disebabkan oleh faktor jarak, keterpisahan antarpulau, kondisi transportasi, dan biaya pelayanan yang relatif tinggi. Penelitian terdahulu fokus pada aspek kerentanan rumah tangga pada komunitas pesisir, pulau kecil, dan wilayah pedesaandi daratan. Akan tetapi, kajian kerentanan yang fokus pada akses layanan kesehatan pada level desa/kelurahan di wilayah kepulauan di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara spasial akses pada layanan kesehatan dan kapasitas adaptif serta kerentanan kemiskinan desa di wilayah kepulauan pada Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Konawe Kepulauan. Sumber data penelitian Adalah data Potensi Desa (PODES) tahun 2018, 2021, dan 2024. Analisis kerentanan dilakukan dengan penyusunan indeks kapasitas adaptif berbasis akses pada layanan kesehatan, analisis statistic deskriptif dan Geographic Information System (GIS). Studi ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kapasitas adaptif terutama akses layanan kesehatan pada wilayah kepulauan sebagai bahan penyusunan kebijakan pengurangan kerentanan kemiskinan berbasis kewilayahan.