← Back to Archive

Transformasi Digital Layanan Mobile JKN: Analisis Interrupted Time Series Pemanfaatan Layanan Administratif, Operasional, dan Preventif Tahun 2017–2026

ANTOKALINA SARI VERDIANA — BPJS Kesehatan

Mobile JKN transformasi digital Interrupted Time Series antrean online skrining kesehatan

Abstract

Digitalisasi menjadi strategi dalam meningkatkan efisiensi, ketahanan, dan keberlanjutan sistem kesehatan di Indonesia. BPJS Kesehatan menghadirkan Mobile JKN sebagai platform digital pendukung layanan administratif, operasional, dan preventif JKN. Penelitian ini menganalisis perubahan penggunaan layanan administrasi, antrean online, dan skrining kesehatan Mobile JKN dengan pendekatan Interrupted Time Series (ITS). Data yang dianalisis adalah transaksi bulanan Mobile JKN dari Mei 2017 hingga April 2026. Analisis menggunakan model Generalized Least Squares dengan koreksi AR(1). Sebelum pandemi COVID-19, pemanfaatan layanan administrasi kepesertaan meningkat signifikan (β=0,125; p<0,001). Selama pandemi, laju pertumbuhan pemanfaatan administrasi digital melambat signifikan (β=-0,133; p=0,002), kemungkinan akibat diversifikasi kanal layanan digital seperti PANDAWA dan CHIKA. Sebelum digitalisasi penuh nasional tahun 2024, pemanfaatan antrean online meningkat signifikan 19,2% per bulan (β=0,176; p<0,001). Setelah kebijakan diterapkan, tidak ada perubahan level pemanfaatan, namun pertumbuhan menjadi lebih moderat (β=-0,111; p<0,001), menandakan fase maturitas dan stabilisasi layanan digital. Setelah kebijakan Desember 2024, terjadi lonjakan awal pada skrining riwayat kesehatan, namun tren pemanfaatan menurun signifikan (β=-0,597; p<0,001), menandakan tantangan keberlanjutan layanan preventif digital. Hasil ini menunjukkan transformasi digital Mobile JKN berkembang bertahap dari layanan administratif ke operasional dan preventif, dengan pola adopsi berbeda pada tiap fitur. Dukungan keberlanjutan transformasi digital memerlukan integrasi multikanal, peningkatan literasi digital, sosialisasi layanan preventif, dan evaluasi pengalaman pengguna secara berkelanjutan.