DAMPAK PENGELOLAAN SAMPAH YANG BURUK TERHADAP KESEHATAN DAN BIAYA KESEHATAN MASYARAKAT: TINJAUAN SISTEMATIS
Wayan Citra Wulan Sucipta Putri — Universitas Udayana
Abstract
Latar Belakang: Pengelolaan sampah yang buruk di komunitas perkotaan dan permukiman terutama di negara berkembang meningkatkan risiko penyakit, pencemaran lingkungan, serta beban biaya kesehatan. Di Indonesia, peningkatan volume sampah akibat urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan aktivitas pariwisata mulai menimbulkan tekanan serius terhadap sistem pengelolaan sampah. Namun, hingga saat ini bukti ilmiah terkait dampak kesehatan masyarakat dan biaya ekonomi kesehatan akibat poor waste management di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Menyintesis bukti ilmiah mengenai dampak kesehatan masyarakat dan biaya ekonomi kesehatan akibat pengelolaan sampah yang buruk di komunitas. Metode: Systematic literature review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci terkait waste management, healthcare costs, economic burden, dan public health impacts. Proses seleksi dilakukan melalui skrining abstrak dan full-text berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang diekstraksi meliputi desain studi, lokasi penelitian, luaran kesehatan, biaya ekonomi, ukuran sampel, dan temuan utama. Hasil: Sebanyak 1.044 artikel teridentifikasi, dengan 14 studi memenuhi kriteria inklusi. Studi berasal dari Afrika (n=7), Asia (n=4), dan Amerika Selatan (n=3), tanpa ditemukan studi dari Indonesia. Dampak kesehatan tersering meliputi penyakit respirasi, infeksi gastrointestinal, penyakit berbasis vektor seperti malaria dan dengue, serta gangguan kesehatan mental. Pengelolaan sampah yang buruk juga dikaitkan dengan peningkatan rawat inap, kunjungan fasilitas kesehatan, dan pengeluaran kesehatan rumah tangga. Di Kamerun, biaya penyakit pada masyarakat yang tinggal dekat tempat pembuangan sampah mencapai sekitar €926 per orang per tahun, sedangkan di Kolombia biaya kesehatan lingkungan mencapai sekitar 2% GDP nasional. Beberapa studi menunjukkan bahwa perbaikan sistem pengelolaan sampah mampu menurunkan angka hospitalisasi dan beban ekonomi kesehatan. Simpulan: Poor waste management meningkatkan beban penyakit dan biaya kesehatan masyarakat. Penelitian di Indonesia diperlukan untuk mengukur dampak kesehatan, economic burden, serta cost-effectiveness intervensi pengelolaan sampah dalam konteks lokal, sehingga mendukung evidence-based policy dan penguatan investasi kesehatan lingkungan.