KEMACETAN STRUKTURAL DAN STUNTING PADA ANAK ANALISIS SPASIAL KAPASITAS LAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA
Lovely Anjely Emmanuela Rapar — Universitas Pertamina
Abstract
Stunting pada anak tetap menjadi tantangan persisten di Indonesia, mencerminkan disparitas antarwilayah yang signifikan akibat faktor geografis dan struktural. Penelitian ini mengkaji hubungan antara tekanan penduduk, kapasitas layanan kesehatan, dan disparitas spasial stunting di 38 provinsi menggunakan data Profil Kesehatan Indonesia 2024 dan SKI. Metode Global Moran’s I, LISA, bivariate LISA, dan K-Means clustering diterapkan untuk mengidentifikasi pola pengelompokan spasial. Stunting terbukti terdistribusi secara berkelompok, dengan dua pola utama: (1) “Jebakan Inefisiensi Layanan” di Papua Selatan, di mana infrastruktur tersedia namun tidak dimanfaatkan secara efektif; dan (2) “Beban Ganda Deprivasi” di Papua Utara, akibat keterbatasan infrastruktur sekaligus kondisi kekurangan yang parah. Temuan ini menegaskan perlunya strategi yang ditargetkan secara geografis, melampaui sekadar perluasan infrastruktur, dengan memperkuat pemanfaatan layanan, keterlibatan masyarakat, dan intervensi berbasis konteks lokal. Analisis regresi spasial juga menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan faktor paling konsisten yang berhubungan dengan tingginya prevalensi stunting, sementara keberadaan fasilitas kesehatan saja belum cukup menurunkan ketimpangan gizi antardaerah di Indonesia.