← Back to Archive

TUBERCULOSIS SMART MONITORING: PERAN KADER KESEHATAN MELALUI DIGITAL PLATFORM DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENGOBATAN TB DI SURAKARTA

Oliva Virvizat Prasastin — Universitas Kusuma Husada Surakarta

Tuberkulosis Digital Platform Task Technology Fit Kader Kesehatan Keberhasilan Pengobatan

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Pajang memiliki angka keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TB) terendah di Surakarta, yaitu 80%, masih di bawah indikator nasional yaitu 90%. Rendahnya keberhasilan pengobatan juga dipengaruhi oleh under-reporting kasus TB sehingga diperlukan sistem monitoring dan pelaporan yang akurat serta real time. Pemanfaatan digital platform oleh kader kesehatan menjadi inovasi dalam mendukung monitoring, edukasi, dan pelaporan pasien TB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kader kesehatan berbasis digital platform terhadap keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TB) di Surakarta menggunakan pendekatan Task Technology Fit (TTF). Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teori Task Technology Fit (TTF). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil : Sebanyak 78,4% kader kesehatan menyatakan pemanfaatan digital platform sesuai dengan kebutuhan pendampingan pasien TB. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kesesuaian teknologi dengan keberhasilan pengobatan TB (p-value = 0,021). Variabel karakteristik teknologi berhubungan signifikan dengan kepatuhan pasien (p-value = 0,014), sedangkan kualitas informasi dan pelaporan real time berhubungan signifikan terhadap ketepatan monitoring kasus TB (p-value = 0,008). Hasil regresi logistik menunjukkan kader kesehatan dengan tingkat kesesuaian teknologi tinggi memiliki peluang 2,8 kali lebih besar mendukung keberhasilan pengobatan TB dibandingkan tingkat pemanfaatan rendah (OR=2,8; 95% CI=1,34–5,76).Simpulan : Pemanfaatan digital platform efektif meningkatkan monitoring pengobatan, kepatuhan pasien, dan kualitas pelaporan TB secara real time sehingga dapat mendukung peningkatan keberhasilan pengobatan serta meminimalkan under-reporting kasus TB.