← Back to Archive

KEPATUHAN PEMBAYARAN DAN WILLINGNESS TO PAY IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PESERTA BUKAN PENERIMA UPAH DI KOTA SEMARANG: STUDI KUALITATIF

Chatila Maharani — Universitas Negeri Semarang

Asuransi Kesehatan Sosial Jaminan Kesehatan Nasional Kepatuhan Willingness to Pay

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sering mengalami defisit, kecuali tahun 2020-2022. Salah satu faktornya adalah ketidakpatuhan pembayaran iuran JKN oleh peserta terutama Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang dilatarbelakangi kenaikan premi sesuai pada tahun 2020. Studi ini mengeksplor kepatuhan dan ketidakpatuhan peserta PBPU dan alasannya serta Willingness to Pay (WTP) di Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan wawancara mendalam pada 14 peserta PBPU yang patuh dan tidak patuh membayar iuran JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan berpendapat bahwa nominal iuran JKN termasuk sedang dan tinggi tetapi sebanding dengan pelayanan kesehatan. Informan yang tidak patuh membayar dikarenakan penanggung/kepala keluarga meninggal, pendapatan tidak menentu dan untuk kebutuhan sehari-hari, serta merasa adanya perbedaan pelayanan kesehatan untuk peserta JKN dengan pasien umum. Sebagian besar informan ingin menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), sedangkan sebagian kecil tidak ingin karena memahami peruntukan PBI. Sebagian informan menyatakan WTP-nya lebih rendah dari yang dibayarkan saat ini, tetapi sebagian mau untuk membayar sesuai iuran saat ini. Sebagian besar informan tidak tahu bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit. Perlu adanya peningkatan pemahaman mengenai konsep asuransi kesehatan sosial dan gotong royong supaya kepatuhan membayar iuran meningkat dan mengurangi risiko defisit.