ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN LAYANAN PRIMER: STUDI FUNGSI INTI DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN DI KOTA SEMARANG
Wahyu Gito Putro — Universitas Muhammadiyah Semarang
Abstract
Masalah Penelitian: Implementasi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Indonesia kerap menunjukkan paradoks antara tingginya penyerapan anggaran dengan belum tercapainya target Standar Pelayanan Minimal (SPM). Data Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan realisasi dana di atas 99%, namun indikator kinerja seperti cakupan persalinan, pelayanan antenatal, neonatal, dan HIV masih di bawah standar nasional. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan sistemik antara kepatuhan finansial dan efektivitas luaran kesehatan. Tujuan Penelitian: Studi ini bertujuan mengeksplorasi dan mendekode implementasi Dana BOK di empat Puskesmas Kota Semarang menggunakan kerangka fungsi inti pembiayaan kesehatan. Kerangka Kerja: Analisis dilakukan secara deduktif berdasarkan delapan fungsi inti pembiayaan kesehatan: pengumpulan pendapatan (revenue collection), penghimpunan (pooling), pembelian (purchasing), distribusi sumber daya, mutu, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Metodologi: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposif (Kepala Puskesmas, Bendahara, dan Pemegang Program) dari empat fasilitas di Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam pada Mei sampai dengan Juni 2025 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti. Temuan Penelitian: Hasil studi menunjukkan bahwa tata kelola dana BOK telah patuh terhadap regulasi dan memanfaatkan tata kelola digital (E-Renggar dan dasbor BOK) secara efektif dalam aspek transparansi dan akuntabilitas. Namun, aspek mutu dan efisiensi mengungkap variasi kinerja lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun kepatuhan finansial sangat baik, alokasi sumber daya di masa mendatang perlu diselaraskan secara struktural dengan kesenjangan kinerja SPM spesifik untuk mengoptimalkan layanan kesehatan primer.