← Back to Archive

PERILAKU MEROKOK RUMAH TANGGA DAN EFEKTIVITAS PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG): ANALISIS PADA RUMAH TANGGA PENERIMA MBG

Aryana Satrya — Universitas Indonesia

Makan Bergizi Gratis (MBG) Konsumsi Rokok Intervensi Gizi Propensity Score Matching

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak dan memperkuat investasi sumber daya manusia. Namun, tingginya konsumsi rokok dalam rumah tangga berpotensi mengurangi manfaat program melalui pengalihan pengeluaran dari pangan bergizi ke rokok serta paparan asap rokok pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas MBG pada rumah tangga perokok. Survei dilakukan terhadap 512 rumah tangga di Kabupaten Bogor, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Tangerang, dan Kota Bekasi menggunakan systematic random sampling. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, Propensity Score Matching (PSM), dan regresi Tobit. Hasil menunjukkan bahwa 68,4% rumah tangga memiliki anggota yang merokok, 71,3% anak penerima MBG berasal dari rumah tangga perokok, dan 31,6% rumah tangga penerima MBG masih melaporkan adanya aktivitas merokok di dalam rumah dalam tujuh hari terakhir. Rumah tangga perokok memiliki proporsi anak underweight yang lebih tinggi, serta pengeluaran pangan bergizi yang lebih rendah dibandingkan rumah tangga non-perokok. Hasil PSM menunjukkan bahwa MBG belum berpengaruh terhadap pengeluaran rokok rumah tangga (ATT = −Rp21.609; t = −0,22). Temuan ini sejalan dengan hasil regresi Tobit yang menunjukkan bahwa status penerima MBG tidak berhubungan dengan pengeluaran rokok (β = −Rp55.459; p = 0,286). Selain itu, pengeluaran rumah tangga berhubungan positif, dan pendidikan kepala rumah tangga berhubungan negatif, dengan pengeluaran rokok. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya konsumsi rokok berpotensi mencederai manfaat MBG melalui rendahnya investasi gizi rumah tangga dan tingginya paparan asap rokok pada anak. Oleh karena itu, MBG perlu diintegrasikan dengan edukasi rumah bebas asap rokok dan kebijakan pengendalian tembakau untuk mengoptimalkan manfaat program.