← Back to Archive

DIMENSI EKONOMI DAN SOSIAL DARI KETIMPANGAN CAKUPAN KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN

Adrilla Femi Velina Br Ginting — Airlangga University

JKN UHC PBI Non-PBI Kepesertaan Aktif.

Abstract

Studi ini mengkaji dimensi ekonomi dan sosial dari variasi peserta aktif versus peserta tidak aktif pemanfaatan BPJS Kesehatan pada 34 Provinsi di Indonesia, dirinci per bulan selama tahun 2019-2024. Dimensi ekonomi menggunakan kepadatan penduduk, rincian kelompok umur (dibawah 15 tahun, 15-65 tahun, dan diatas 65 tahun); jumlah penduduk bekerja menurut lapangan usaha; PDRB per kapita; dan kemudahan akses pada fasilitas kesehatan. Dimensi sosial diukur dengan aspek keragaman suku dan etnis, serta keberagaman agama. Analisis yang digunakan adalah regresi data panel. Temuan awal studi mengindikasikan bahwa: 1) Dimensi ekonomi secara umum tidak berasosiasi dengan variasi cakupan peserta aktif dan tidak aktif. Provinsi Jambi, Provinsi Riau memiliki peserta tidak aktif relatif lebih tinggi disbanding wilayah lain. Di sisi yang lain, keperstaan tidak aktif relatif cukup rendah di Provinsi Papua dan Papua Barat. 2) Dimensi sosial secara parsial mempunyai asosiasi namun secara moderat. Temuan ini masih perlu divalidasi dengan menggunakan data tambahan, misalnya komposisi PBI dan non PBI, PPU versus PBPU, dan BP. Saat ini upaya untuk melengkapi data masih dilakukan, agar bisa melakukan validasi yang lebih baik. Secara umum, target Universal Health Coverage (UHC) sudah mendekati 98 persen, namun kepesertaan aktif masih belum dicapai secara optimal. Perlu dilakukan kajian apakah peserta yang aktif dikarenakan proses curative atau preventive,hal yang sama berlaku untuk peserta yang tidak aktif.