BIAYA IMPLEMENTASI ALAT NEAR POINT OF CARE (NPOCT) SEBAGAI ALAT DIAGNOSTIK TUBERKULOSIS DI KOTA BERKEPADATAN PENDUDUK TINGGI
Yuvi Siti Marwah — CEDS Universitas Padjadjaran
Abstract
Tes Cepat Molekuler (TCM) saat ini menjadi salah satu standar pemeriksaan diagnostik tuberkulosis (TB) di Indonesia. Namun, keterbatasan kapasitas dan tingginya beban layanan dapat menyebabkan waktu tunggu relatif lama. Metode near point-of-care testing (nPOCT) mulai diperkenalkan sebagai alternatif dengan waktu pemeriksaan lebih singkat dan potensi biaya yang lebih rendah. Oleh karena itu, penilaian dan perbandingan biaya diperlukan sebagai dasar bagi perumusan kebijakan dan perluasan implementasi. Studi ini membandingkan biaya pemeriksaan TCM menggunakan GeneXpert MTBC/RIF dengan pemeriksaan nPOCT menggunakan MiniDock Pluslife. Analisis dilakukan dari perspektif masyarakat menggunakan pendekatan micro-costing yang mencakup biaya dari sisi penyedia layanan kesehatan puskesmas dan pasien. Data biaya implementasi dikumpulkan dari 10 puskesmas di Kota Bandung, Indonesia. Biaya penyedia layanan mencakup biaya tenaga kesehatan, bahan medis habis pakai, peralatan, dan biaya operasional lainnya. Biaya pasien mencakup pengeluaran langsung serta biaya tidak langsung. Analisis mengelompokkan puskesmas berdasarkan ketersediaan TCM. Kepadatan penduduk dan jumlah peserta kapitasi JKN juga dipertimbangkan dalam analisis. Rata-rata biaya pemeriksaan nPOCT menggunakan MiniDock Pluslife adalah Rp266.108 per tes, lebih rendah dibandingkan rata-rata biaya TCM sebesar Rp518.906 per tes. Bahan medis habis pakai merupakan komponen biaya terbesar pada pemeriksaan nPOCT, dengan rata-rata kontribusi sebesar 48,5% dari total biaya. Puskesmas yang berada di wilayah dengan kepadatan penduduk dan jumlah peserta kapitasi yang lebih tinggi menunjukkan biaya tes yang lebih besar. Biaya tidak langsung yang ditanggung pasien, juga cenderung lebih tinggi pada fasilitas tersebut. Meski demikian, temuan ini menunjukkan bahwa nPOCT berpotensi menjadi alternatif alat diagnostik TB yang lebih efisien.