← Back to Archive

ANTARA CAKUPAN DAN CAPAIAN: DEKOMPOSISI TREN BERAT LAHIR INDONESIA

Patricia Theresa Esther Teteregoh — Universitas Pertamina

berat lahir dekomposisi Fairlie antenatal care efektivitas pelayanan kesehatan dan Kesehatan Indonesia

Abstract

Berat lahir merupakan determinan fundamental bagi kelangsungan hidup, perkembangan kognitif, dan akumulasi sumber daya manusia jangka panjang, sekaligus prediktor risiko penyakit tidak menular di usia dewasa. Di Indonesia, prevalensi berat badan lahir rendah menunjukkan pola yang relatif stagnan antar periode, tanpa tren penurunan yang konsisten meskipun standar pelayanan persalinan dan kunjungan antenatal minimal empat kali telah ditetapkan dalam kebijakan kesehatan nasional sejak 2014. Studi ini bertujuan menganalisis perubahan proporsi berat lahir normal di Indonesia antara tahun 2012 dan 2017, serta mendekomposisi disparitas tersebut ke dalam komponen explained dan unexplained. Penelitian menggunakan data pooled cross-section Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 dan 2017 dengan variabel dependen biner berat lahir normal (2.500–3.999 gram). Dekomposisi non-linear Fairlie diaplikasikan berbasis model logit dengan pembobotan survei dan 200 replikasi bootstrap, mencakup domisili, pendidikan ibu, status kesejahteraan, utilisasi antenatal, dan akses energi bersih sebagai kovariat. Proporsi berat lahir normal menurun signifikan dari 86,3 persen menjadi 83,9 persen (selisih 2,4 poin persentase; p<0,001). Komponen explained bernilai negatif (−19,0 persen), mengindikasikan perbaikan karakteristik populasi justru memitigasi penurunan capaian. Sebaliknya, komponen unexplained mendominasi (119,0 persen), menegaskan pelemahan efektivitas determinan kesehatan maternal merupakan penjelas utama penurunan tersebut. Temuan ini mengindikasikan ekspansi cakupan pelayanan kesehatan maternal perlu diiringi reorientasi kebijakan menuju efektivitas substantif layanan antenatal dan program suplementasi gizi.