POLUSI UDARA DAN KUNJUNGAN RESPIRATORI DI INDONESIA: BUKTI DARI DATA SAMPEL BPJS
Idzhar Elna Arbarizq — Transdisciplinary Institute
Abstract
Pertumbuhan industri dan aktivitas ekonomi yang pesat berpotensi meningkatkan tekanan lingkungan, khususnya melalui peningkatan polusi udara yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan karbon monoksida (CO) dan kunjungan penyakit respiratori pada layanan kesehatan tingkat pertama dan lanjutan. Outcome penelitian didefinisikan sebagai visit rate penyakit respiratori berdasarkan kode ICD-10 J00–J99 per 1.000 peserta BPJS Kesehatan. Variabel polusi dibangun dari rata-rata CO column density Sentinel-5P yang diolah melalui Google Earth Engine dan dinyatakan dalam satuan 0,001 mol/m². Metodologi yang digunakan adalah regresi data panel dengan two-way fixed effects, yaitu fixed effect kabupaten/kota dan fixed effect tahun, serta robust standard error yang diklaster pada level kabupaten/kota. Hasil estimasi menunjukkan bahwa peningkatan CO sebesar 0,001 mol/m² berasosiasi dengan kenaikan visit rate respiratori FKTP sekitar 11,6% dan FKRTL sekitar 11,3% per 1000 peserta BPJS. Kedua hasil tersebut signifikan secara statistik pada tingkat 5%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban CO atmosferik berkaitan dengan peningkatan utilisasi layanan kesehatan akibat penyakit respiratori. Dengan demikian, pengendalian polusi udara penting tidak hanya untuk perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk menekan beban layanan kesehatan.