← Back to Archive

DARI KAMPUNG BEBAS ASAP ROKOK MENUJU KAMPUNG SEHAT: MODEL KEMITRAAN JANGKA PANJANG UNTUK KEBERLANJUTAN PROGRAM KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT

Bintoro, Bagas Suryo — CHBP FK-KMK UGM

keberlanjutan promosi kesehatan kemitraan jangka panjang kesehatan masyarakat pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Keberlanjutan merupakan tantangan utama dalam program kesehatan berbasis masyarakat karena kegiatan sering berhenti setelah dukungan pendanaan eksternal berakhir. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center of Health Behavior and Promotion/CHBP), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada telah bermitra dengan Kampung Demangan, Yogyakarta, sejak tahun 2012, sehingga memberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana kemitraan jangka panjang dapat mendukung keberlanjutan program kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kemitraan jangka panjang dalam membangun mekanisme keberlanjutan program kesehatan berbasis masyarakat. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini mengkaji perjalanan kolaborasi CHBP dengan Kampung Demangan sejak program Kampung Bebas Asap Rokok pada tahun 2012. Kemitraan dipertahankan melalui berbagai kegiatan promosi kesehatan, keterlibatan masyarakat dalam Satgas Kawasan Tanpa Rokok, partisipasi dalam Forum Kampung Sehat, jejaring advokasi FAKTA, serta pengembangan Kampung Demangan sebagai laboratorium masyarakat bagi Program Magister Kesehatan Masyarakat UGM. Pemetaan partisipatif juga dilakukan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan program dan sumber daya yang dapat mendukung keberlanjutan kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa kemitraan jangka panjang memungkinkan terbentuknya berbagai mekanisme pendukung keberlanjutan, termasuk akses terhadap jejaring pembelajaran, penguatan kapasitas advokasi, dukungan teknis dan akademik, serta integrasi program kesehatan dengan agenda pembangunan masyarakat. Relasi jangka panjang ini juga terbukti membuka peluang eksplorasi sumber daya dan kolaborasi baru yang tidak bergantung pada satu sumber pendanaan. Kemitraan jangka panjang menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan program kesehatan berbasis masyarakat karena memungkinkan mobilisasi sumber daya, penguatan kelembagaan, dan pengembangan peluang kolaborasi yang terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat, serta potensi replikasi di komunitas lain sebagai strategi penguatan program kesehatan yang adaptif dan mandiri.